Friday, March 14, 2008

A Reason, a Season, or a Lifetime

People come into your life for a reason, a season, or
a lifetime. When you figure out which one it is, you
will know what to do for each person.

When someone is in your life for a REASON . . . It is
usually to meet a need you have expressed. They have
come to assist you through a difficulty, to provide you
with guidance and support, to aid you physically,
emotionally, or spiritually. They may seem like a
godsend, and they are! They are there for the reason
you need them to be.

Then, without any wrong doing on your part, or at an
inconvenient time, this person will say or do something
to bring the relationship to an end.

Sometimes they die.
Sometimes they walk away.
Sometimes they act up and force you to take a stand.

What we must realise is that our need has been met, our
desire fulfilled, their work is done. The prayer you
sent up has been answered. And now it is time to move on.

When people come into your life for a SEASON . . .
Because your turn has come to share, grow, or learn.
They bring you an experience of peace, or make you laugh.
They may teach you something you have never done.
They usually give you an unbelievable amount
of joy. Believe it! It is real! But, only for a season.

LIFETIME relationships teach you lifetime lessons; things
you must build upon in order to have a solid emotional
foundation. Your job is to accept the lesson, love the
person, and put what you have learned to use in all
other relationships and areas of your life. It is said
that love is blind but friendship is clairvoyant.

Author Unknown

Source : http://www.yuni.com/library/docs/631.html

Sunday, February 10, 2008

Suku Bunga Dan Reksadana

(Artikel Ditulis 26 April 2005)

Tren Suku Bunga
Bagi perbankan dan pelaku pasar uang hari rabu adalah hari yang selalu ditunggu tunggu karena pada hari tersebut Bank Indonesia melakukan lelang Sertifikat Bank Indonesia. Selain menyerap dana yang ada di pasar melalui lelang SBI ini Bank Indonesia juga menetapkan tingkat suku bunga SBI, yang menjadi patokan tingkat suku bunga pasar. Bahkan dalam beberapa literature tingkat suku bunga SBI ini dijadikan patokan bagi penentuan risk-free return di Indonesia.

Dan seperti biasa, hari rabu kemarin (red : 20 April 2005) kembali Bank Indonesia melakukan lelang SBI yang berhasil menyerap dana sekitar Rp 46,07 triliun. Tingkat suku bunga SBI jangka waktu 1 bulan ditetapkan sebesar 7,70% atau naik 17 basis poin dari minggu lalu. Sedangkan untuk tingkat suku bunga SBI jangka waktu 3 bulan ditetapkan sebesar 7,51%, naik 20 basis poin dibanding mingu lalu.

Ada hal yang menarik jika kita memperhatikan hasil lelang SBI ini. Dalam beberapa bulan terakhir ini terdapat tren kenaikan suku bunga SBI 1 bulan dari level 7,42% pada awal tahun hingga saat ini telah menyentuh level 7,70%, atau naik 28 basis poin. Sedangkan untuk SBI 3 bulan telah mengalami kenaikan sebesar 21 basis poin dari level 7,30% ke level 7,51%.

Dan tren kenaikan suku bunga ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga telah menjadi tren global. Amerika Serikat melalui The Fed telah menaikan suku bunganya ke level 2,75%. Selain itu, China juga yang selama ini konservatif dalam penetapan tingkat suku bunga, telah menaikan tingkat suku bunganya dalam 9 tahun terakhir untuk meredam memanasnya perekonomiannya.

Dari hasil analisa beberapa pengamat, diperkirakan suku bunga saat ini sedang mengalami tren naik sehubungan dengan ancaman inflasi yang melanda dunia. Kenaikan harga minyak mentah, memanasnya perekonomian China serta defisit anggaran Amerika Serikat yang semakin parah disinyalir menjadi penyebab utama inflasi.

Dampak Terhadap Reksadana
Tren kenaikan suku bunga ini ternyata memiliki dampak terhadap reksadana. Reksadana adalah sebuah instrument investasi dengan mekanisme mengumpulkan modal dari sejumlah investor untuk diinvestasikan di instrument investasi. Reksadana ini dikelola oleh sebuah manajer investasi.

Nilai dari sebuah reksadana biasanya dibuat dalam bentuk unit yang disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB). Setiap hari NAB ini dikalkulasi berdasarkan return dari investasi. Jika investasi mengalami keuntungan (kerugian) maka NAB dari reksadana akan mengalami kenaikan (penurunan).

Dari jenisnya, reksadana dapat digolongkan menjadi empat golongan besar, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana campuran.

Reksadana pasar uang adalah reksadana dimana investasi terbesar (80%) dilakukan pada instrument pasar uang seperti deposito, SBI dan obligasi jangka pendek (kurang dari 1 tahun).

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana dimana investasi tersebesar (80%) dilakukan pada instrument investasi yang memberikan return tetap seperti obligasi jangka panjang.

Reksadana saham adalah reksadana dimana investasi terbesar (80%) dilakukan pada pasar modal, terutama pada saham saham blue chip.

Dan terakhir reksadana campuran adalah reksadana dimana investasi dilakukan umumnya pada saham dan instrument pendapatan tetap dengan porsi seimbang, serta ditambah instrument pasar uang meski dalam porsi kecil.

Lalu bagaimana dampak tren kenaikan suku bunga ini terhadap reksadana? Dampak yang paling terasa adalah terhadap reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Sedangkan untuk dua jenis reksadana lainnya dampaknya dapat terjadi tetapi tidak langsung.

Pertama, kenaikan suku bunga ini akan berdampak positif terhadap reksadana pasar uang. Seperti yang telah dibahas, return reksadana pasar uang berasal dari return investasinya pada instrument pasar uang seperti SBI, dan deposito. Kenaikan suku bunga SBI tentunya akan meningkatkan return dalam bentuk bunga (baik itu SBI maupun deposito). Sehingga NAB reksadana pasar uang akan mengalami peningkatan.

Kedua, kenaikan suku bunga dapat berdampak negative terhadap reksadana pendapatan tetap. Salah satu instrument investasi terbesar dalam reksadan jenis ini adalah dalam obligasi. Return yang diperoleh ada dua yaitu coupon/bunga obligasi serta market value obligasi tersebut.

Dalam teori keuangan, market value dari obligasi adalah berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga. Jika suku bunga naik (turun) maka nilai pasar dari obligasi akan turun (naik). Oleh sebab itu, tren kenaikan suku bunga ini akan membuat market value obligasi turun, sehingga return yang diperoleh reksadana pendapatan tetap akanberkurang. Atau dalam bahasa pasarnya NAB reksadana jenis ini akan negative.

Namun disisi lain, perlu diperhatikan bahwa return dalam bentuk coupon akan mengalami kenaikan, sejauh jenis obligasinya adalah variable rate, yang mengikuti pergerakan tingkat bunga. Namun jika jenis obligasi adalah fixed rate, maka kenaikan suku bunga tidak akan berdampak apa apa terhadap coupon return.

Oleh sebab itu, dalam membahas dampak tren kenaikan suku bunga terhadap reksadana pendapatan tetap perlu hati hati. Maka didepan dikatakan kenaikan suku bunga "dapat" (bukan pasti) berdampak negative terhadap NAB reksadana pendapatan tetap.

Ketiga, tren kenaikan suku bunga, secara tidak langsung, juga dapat berdampak negative terhadap reksadana saham. Logikanya, kenaikan suku bunga akan membuat investor lebih tertarik untuk investasi di pasar uang daripada pasar modal. Akibatnya, mereka menarik dananya dari pasar modal masuk ke pasar uang. Penarikan dana ini dapat menyebabkan tekanan jual terhadap saham, yang akibatnya harga saham akan turun.

Turunnya harga saham inilah yang dapat menyebabkan NAB reksadana saham mengalami penurunan. Namun hal ini baru terjadi jika asumsi penarikan dana dari pasar modal ke pasar uang benar benar terjadi. Sehingga dikatakan dampak kenaikan suku bunga terhadap reksadana saham adalah tidak langsung.

Terakhir, pengaruh kenaikan suku bunga ini terhadap reksadana campuran dapat dikatakan tergantung dari komposisi investasi dalam reksadana tersebut. Biasanya reksadana campuran ini melakukan investasi pada instrument saham, pendapatan tetap dan pasar uang.

Dari sini instrument investasi yang memiliki komposisi terbesar akan mempengaruhi NAB dari reksadana jenis ini. Misalnya jika sebagian besar berada pada instrument pendapatan tetap, maka kemungkinan besar reksadana ini akan stagnan atau negative. Namun jika pasar uang merupakan komponen terbesar, kemungkinan besar NAB nya akan positif.

Ramalan ke Depan
Jika kita menilik ke belakang, maka kita dapat melihat pertumbuhan return reksadana pendapatan tetap pada tahun 1999-2001 merupakan primadona. Hal ini disebabkan booming obligasi rekap.

Memasuki tahun 2002 hingga 2004 saat ini reksadana saham yang menjadi primadona. Hal ini tidak lepas dari bergairahnya bursa saham setelah terpuruk akibat krisis. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Jakarta yang sempat anjlok ke level 400 saat ini sudah meroket menembus level psikologis 1000.

Lalu bagaimana untuk tahun 2005 ini? Reksadana manakah yang akan menjadi primadona.

Ada dua prediksi. Pertama, beberapa analis memperkirakan IHSG akan sulit bergerak lebih tinggi, terutama dengan adanya ancaman kenaikan suku bunga serta terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dólar Amerika. Jika scenario ini terjadi maka reksadana saham kemungkinan besar tidak akan semenarik tahun lalu.

Prediksi kedua, kenaikan suku bunga ini akan menjadi tren di tahun 2005 ini, dimana sejumlah negara akan meningkatkan suku bunga akibat ancaman inflasi. Jika scenario ini terjadi maka reksadana pasar uang akan menjadi primadona.

Lalu bagaiman reksadana pendapatan tetap dan campuran? Penulis memprediksikan reksadana ini masih akan tetap menarik. Namun demikian, return yang diperoleh kemungkinan besar tidak akan semenarik reksadana saham atau reksadana pasar uang.

Mau berinvestasi di reksadana? Jangan lupa untuk membekali diri dengan informasi. Selamat berinvestasi.

Saturday, January 12, 2008

Men vs Women

NICKNAMES
If Laura, Suzanne, Debra and Rose go out for lunch, they will call each other Laura, Suzanne, Debra and Rose.
If Mike, Charlie, Bob and John go out, they will affectionately refer to each other as Fat Boy, Godzilla, Peanut-Head and Scrappy.

EATING OUT
When the bill arrives, Mike, Charlie, Bob and John will each throw in $20, even though it's only for $32.50. None of them will have anything smaller, and none will actually admit they want change back.
When the girls get their bill, out come the pocket calculators.

MONEY
A man will pay $2 for a $1 item he wants.
A woman will pay $1 for a $2 item that she doesn't want.

BATHROOMS
A man has six items in his bathroom: a toothbrush, shaving cream, razor, a bar of soap, and a towel from the Holiday Inn.
The average number of items in the typical woman's bathroom is 337. A man would not be able to identify most of these items.

ARGUMENTS
A woman has the last word in any argument.
Anything a man says after that is the beginning of a new argument.

CATS
Women love cats.
Men say they love cats, but when women aren't looking, men kick cats.

FUTURE
A woman worries about the future until she gets a husband.
A man never worries about the future until he gets a wife.

SUCCESS
A successful man is one who makes more money than his wife can spend.
A successful woman is one who can find such a man.

MARRIAGE
A woman marries a man expecting he will change, but he doesn't.
A man marries a woman expecting that she won't change and she does.

DRESSING UP
A woman will dress up to go shopping, water the plants, empty the garbage, answer the phone, read a book, and get the mail.
A man will dress up for weddings and funerals.

NATURAL
Men wake up as good-looking as they went to bed.
Women somehow deteriorate during the night.

OFFSPRING
Ah, children. A woman knows all about her children. She knows about dentist appointments and romances, best friends, favorite foods, secret fears and hopes and dreams.
A man is vaguely aware of some short people living in the house.

THOUGHT FOR THE DAY
Any married man should forget his mistakes.
There's no use in two people remembering the same thing.

(Source : http://jokes.comedycentral.com/random_joke.aspx?joke_id=310&cat_id=16)

Man, Woman & Sleeping Compartment

A man and a woman who have never met before find themselves in the same sleeping carriage of a train.
After the initial embarrassment they both go to sleep, the woman on the top bunk, the man on the lower.
In the middle of the night the woman leans over, wakes the man and says, "I''m sorry to bother you, but I''m awfully cold and I was wondering if you could possibly get me another blanket."
The man leans out and, with a glint in his eye, says, "I''ve got a better idea... just for tonight, let''s pretend we''re married."
The woman thinks for a moment. "Why not," she giggles.
"Great," he replies, "Get your own damn blanket!"

(Source : http://jokes.comedycentral.com/random_joke.aspx?joke_id=291&cat_id=16)

Friday, January 11, 2008

Applying for a Job at CIA

A few months ago, there was an opening with the CIA for an assassin. These highly classified positions are hard to fill, and there's a lot of testing and background checks involved before you can even be considered for the position. After sending some applicants through the background checks, training and testing, they narrowed the possible choices down to two men and a woman, but only one position was available.
The day came for the final test to see which peson would get the extremely secretive job. The CIA men administering the test took one of the men to a large metal door and handed him a gun. "We must know that you will follow our instructions whatever the circumstances," they explained. "Inside this room, you will find your wife sitting in a chair. Take this gun and kill her." The man looked horrified and said, "You can't be serious! I could never shoot my wife!" "Well," said the CIA man, "you're definitely not the right man for this job then."
So they brought the second man to the same door and handed him a gun. "We must know that you will follow instructions no matter what the circumstances," they explained to the second man. "Inside you will find your wife sitting in a chair. Take this gun and kill her." The second man looked a bit shocked, but nevertheless took the gun and went in the room. All was quiet for about 5 minutes; then the door opened. The man came out of the room with tears in his eyes. "I tried to shoot her; I just couldn't pull the trigger and shoot my wife. I guess I'm not the right man for the job."
"No," the CIA man replied, "You don't have what it takes. Take your wife and go home."
Now they only had the woman left to test. They led her to the same door to the same room and handed her the same gun. "We must be sure that you will follow instructions no matter what the circumstances; this is your final test. Inside you will find your husband sitting in a chair. Take this gun and kill him." The woman took the gun and opened the door. Before the door even closed all the way, the CIA men heard the gun start firing, one shot after another for 13 shots. Then all hell broke loose in the room. They heard screaming, rashing, and banging on the walls. This went on for several minutes; then all went quiet.
The door opened slowly, and there stood the woman. She wiped the sweat from her brow and said, "You guys didn't tell me the gun was loaded with blanks. I had to beat the son of a bitch to death with the chair!"

(Source : http://jokes.comedycentral.com/random_joke.aspx?joke_id=661&cat_id=16)

H.E.L.P : Madu dan Racun Reksadana

(Telah Diterbitkan di Majalah BisnisBank Vol. 1, No 8 – October 2005)

Racun ReksaDana
Pusing! Bingung! Stress! Itulah keadaan yang dialami oleh para pelaku industri reksa dana. Mulai dari manajer investasi, karyawan perusahaan reksa dana hingga para investor. Manajer investasi dan karyawan perusahaan reksa dana bingung karena dikejar kejar nasabah. Mereka dituntut pertanggung jawaban. Mereka stress karena hendak diajukan ke meja pengadilan. Bahkan ada direksi sebuah perusahaan reksa dana yang ‘disandera’ para nasabahnya sehari semalam dan baru dibebaskan jam enam pagi keesokan harinya.

Para nasabah atau investor reksa dana panik, tidak bisa tidur. Terbayang uang investasi mereka yang telah dikumpulkan hilang lenyap. Mereka marah, merasa dibohongi, ditelantarkan dan menjadi korban.

Ada apa gerangan yang terjadi? Tidak lain dan tidak bukan adalah penurunan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dalam dua bulan terakhir. Penurunan ini bervariasi, mulai dari minus 2 persen hingga minus 27 persen. Akibatnya investor panik. Mereka menjual reksa dana yang dimiliki. Jika pada awal Januari lalu NAB reksa dana masih sebesar Rp 110 triliun, per September ini telah merosot menjadi Rp 38 triliun. Mengapa NAB RDPT bisa anjlok sebesar itu? Padahal katanya reksa dana tersebut memiliki ‘pendapatan tetap’. Ada baiknya kita menilik sebentar isi perut reksa dana yg satu ini.

Ada Apa Dengan Mu RDPT?
Reksa dana adalah sebuah instrument investasi yang mengumpulkan dana dari para investor untuk dikelola oleh manajer investasi. Pengelolaan ini berupa penempatan pada instrumen investasi lainnya seperti saham, obligasi, dan SBI. Jika nilai instrumen investasi ini mengalami keuntungan maka reksa dana tersebut memperoleh ‘laba’. Dan sebaliknya jika harga saham, obligasi atau SBI turun niscaya nilai reksa dana akan turun.

RDPT adalah reksa dana yang pengelolaan dana ditempatkan pada instrumen obligasi hingga sebesar 80 persen dan sisanya ditempatkan di pasar uang atau saham. Adapun obligasi yang biasa dipilih adalah obligasi pemerintah atau yang terkenal dengan nama Surat Utang Negara (SUN) serta obligasi perusahaan (meski biasanya kecil).

Jika nilai dari SUN negara turun maka imbal hasil dari RDPT akan turun juga. Lalu apa yang menyebabkan nilai SUN turun? Salah satu biang keladinya adalah kenaikan SBI menjadi 10 persen. Padahal pada awal tahun ini SBI masih berada di level 7,42 persen. Bahkan banyak pakar yang memprediksikan dalam waktu dekat BI Rate akan mencapai level 12 persen. Kenaikan suku bunga ini menyebabkan nilai SUN turun karena secara teori nilai obligasi berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga.

Bank Indonesia terpaksa menaikan SBI dan juga BI Rate karena dua faktor utama, inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Naiknya harga minyak dunia menyebabkan pemerintah tidak punya pilihan selain menaikan harga BBM. Jika ini dilakukan maka inflasi akan meningkat. Selain itu, kenaikan suku bunga The Fed telah membuat dollar Amerika menguat terhadap rupiah. Untuk mengantisipasi kedua hal ini maka Bank Indonesia menaikan SBI dan BI Rate. Bahkan BI Rate yang ditetapkan saat ini 10 persen jauh diatas proyeksi awal Bank Indonesia sebesar 8,5 persen.

Mengapa NAB RDPT dapat turun sedemikian drastis? Ada beberapa sebab :
Pertama, naiknya SBI dan BI Rate membuat tingkat suku bunga deposito meningkat. Hal ini menyebabkan beberapa investor mulai mengalihkan dana nya kembali ke deposito. Searah dengan ini, ada juga investor yang mengalihkan dananya dari reksa dana pendapatan tetap ke reksa dana pasar uang (RDPU).

Kedua, diterapkan nya aturan mark-to-market atas harga obligasi menyebabkan beberapa manajer investasi melakukan penyesuaian atas NAB RDPT mereka. Ada beberapa di antara penyesuaian ini yang menyebabkan NAB pasca penyesuaian menjadi lebih rendah.

Ketiga, kedua hal di atas memicu investor RDPT melakukan redemption. Akibat redemption ini para manajer investasi membutuhkan dana segar sehingga harus menjual SUN yang mereka miliki. Di sisi lain pasar SUN saat ini ada sedikit kurang liquid. Akibatnya banyak yang dijual di bawah harga pasar (at discount).

Keempat, penjualan instrumen SUN at discount ini menyebabkan NAB RDPT turun, investor panik dan terjadilah rush seperti saat ini. Rush menyebabkan manajer investasi kembali menjual instrument SUN yang mereka miliki dengan discount, dan NAB kembali turun. Jika hal ini tidak segera diatasi akan menjadi lingkaran setan.

Madu ReksaDana
‘Tidak kenal maka tidak sayang.’ Kita sering mendengar peribahasa tersebut. Manusia memiliki kecenderungan untuk takut terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui. Oleh sebab itu, supaya dapat berinvestasi di reksa dana tanpa panik dan stress (khususnya di RDPT) maka tidak ada salahnya jika kita kenali instrumen RDPT, kenali faktor yang mempengaruhinya dan kenali masa depan.

Ada beberapa langkah yang dapat kita pertimbangkan.
Pertama, kenali tingkat resiko yang dapat kita ambil serta tujuan investasi kita. Jika kita adalah orang yang kurang berani mengambil resiko, maka pilihlah reksa dana yang beresiko rendah seperti reksa dana pasar uang. Namun jika kita berani mengambil resiko pilihlah reksa dana saham. Sedangkan reksa dana pendapatan tetap biasanya bagi mereka yang moderate. Juga jangka waktu investasi perlu dipertimbangkan. RDPT biasanya untuk investasi jangka menengah antara 3 sampai 5 tahun.

Kedua, kenali manajer investasi yang menawarkan reksa dana. Kenali otak di balik perusahaan reksa dana karena di tangan mereka lah uang kita berkembang (atau sebaliknya menyusut). Meski kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan, tapi jika kita tahu track record seorang manajer investasi maka minimal kita mempunyai gambaran kinerja ke depan seperti apa.

Ketiga, kenali tren ekonomi ke depan akan seperti apa, terutama yang berkaitan kepada NAB reksa dana. Ada dua tren utama yang saya lihat akan terjadi minimal hingga akhir tahun 2005 ini. (a) Tingkat suku bunga (SBI & BI Rate) akan terus naik minimal ke level 12 persen. (b) Window dressing di pasar modal yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun. Dari kedua tren tersebut kelihatannya NAB RDPT akan terus turun, atau minimal jika mengalami kenaikan tidak akan pulih ke level awal tahun. Oleh sebab itu ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan. Pertama, jika anda adalah orang yang tidak berani mengambil resiko, anda perlu mempertimbangkan untuk beralih ke reksa dana pasar uang. Namun pemindahan ini hanya untuk jangka waktu temporer saja.

Kedua, jika anda menyukai resiko, tidak ada salahnya pindah ke reksa dana saham mengingat kemungkinan besar menjelang akhir tahun akan terjadi window dressing yang mengangkat harga sebagian besar saham di Bursa Efek Jakarta.

Ketiga, jika anda trauma terhadap RDPT namun masih cinta kepada reksa dana, maka tidak ada salahnya mulai melirik Reksa Dana Dengan Penjaminan (Guaranted Fund). Reksa dana terproteksi ini merupakan jenis reksa dana baru dimana tingkat resiko investor ditekan seminimal mungkin. Pengertian terproteksi di sini adalah modal awal investor tidak akan hilang, atau dengan kata lain jika NAB reksa dana terproteksi ini turun, tiap tiap investor dijamin tidak akan kehilangan modal awalnya (meski akhirnya tidak memperoleh laba sama sekali).

Dengan mengenali cara kerja reksa dana, tren ekonomi dan pilihan lainnya maka kita tidak perlu panik berinvestasi di reksa dana. Kita tinggal memprediksi tren dan mengambil langkah yang menguntungkan. Reksa dana gonjang ganjing, so what gitu lo?

Monday, January 7, 2008

Dating Different Types of Girls

Here's a summary about what you should expect when dating with girls from different races.

CHINESE MEI MEI
First Date : You get to buy her and expensive dinner but nothing happens.
Second Date : You buy her an even more expensive dinner. Again, nothing happens.
Third Date : You usually don't get up to third date because you are smart enough to realize that nothing is ever going to happen.

INDIAN MINACHI
First Date : Meet her parents.
Second Date : Set the wedding date.
Third Date : Wedding night.

MALAY MINAH
First Date : You get to kiss her goodnight.
Second Date : you get to grope all over and make out a bit.
Third Date : She moves in. One week later, her father, her 4 mothers, her 18 sisters, her 20 brothers, all of their kids, her 16 grandmas, her father's girlfriend's mother, her 268 cousins all move in.

WHITE MARY
First Date : You both get drunk and have sex.
Second Date : You both get drunk and have sex.
Third Date : You both get drunk and have sex.

ARAB AL-KATIJAH
First Date : Mother, father, brothers, sisters, cousins, aunts, uncles, friends and entire Arab community find out.
Second Date : You are shot dead.
Third Date : Not applicable.

(Source : Internet)